Buletin PERMASIS Edisi Ke-9

March 13th, 2008 by singkawang
Dear all,
 
Saat ini Buletin Permasis edisi ke-9 telah terbit. Buletin Permasis ini bisa Anda dapatkan di
distrubutor yang tersebar di berbagai kota (termasuk luar negeri). Daftar
distributor selengkapnya bisa Anda lihat di link berikut:
http://www.permasis.org/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=5
Selain itu, Buletin Permasis ini juga dapat Anda
dapatkan dalam bentuk PDF (E-buletin). Silahkan download E-buletin ini di
website Permasis.

Daftar Isi Buletin Permasis Edisi Ke-9


LAPORAN UTAMA
Berita Foto
Natal Dan Tahun Baru Bersama Permasis Dibanjiri Hadirin

KEGIATAN
Turnamen Dragon Cup Ditutup
Dragon Cup Report
Permasis Bersama IKI Menjaring Data Identitas Saudara Kita yang Tidak Memiliki Dokumen Kewarganegaraan
Bakti Sosial Pengobatan Gratis Menyambut Imlek 2559

PROFILE
Po Soen Kok : “Prospek Produk Garment Di Indonesia Akan Lebih Baik"
Sosok Di Balik Permasis

WAWANCARA
Tjhin Miau Fuk : “Semuanya Demi Kepentingan Masyarakat Banyak"
Salam Dan Ucapan Terima Kasih Dari Melvina
Saatnya Membangun Pabrik Minyak Goreng Kemasan
Legenda Asal Usul 12 Shio
Arus China-Islam-Jawa
Singkawang, Kota Penuh Sejarah
Ayolah Bertandang Ke Singkawang
X.F Asali Luncurkan Buku Aneka Budaya Tionghoa
Jalan-jalan Ke Dubai Dan Yunani

KONSULTASI HUKUM
Perjanjian Lisensi Hak Atas Paten

FORUM PEMBACA
TaNgaSa
Informasi Tambahan Asal-usul Nama Singkawang
Untung, Tanam Jagung Ala Gorontalo

PENDIDIKAN
Dizi Gui
Peribahasa Billingual Serupa

SERBA SERBI
Tertera Di Nisan Seorang Gadis Kecil: "Saya Pernah Datang dan Saya Sangat Penurut"
Foto-foto Berbakti Sosial Pengobatan Gratis
Daftar Anggota Baru

LAIN-LAIN
Kisah Sun Go Kong
Sam Kok
Tip Praktis

DOWNLOAD BULETIN PERMASIS EDISI KE-9

 
 
Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri
Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021)
66602768 Fax. (021) 66695862
Email: info@permasis.org
 

Tragedi Perdagangan Amoi Singkawang

January 13th, 2008 by singkawang


Tragedi Perdagangan Amoi Singkawang

Buku ini mencoba mengupas fenomena “mengapa perdagangan amoi Singkawang terjadi, berlangsung hingga kini, dan sulit untuk dihapuskan?”  Memang, di satu sisi, perdagangan amoi mampu mengembangkan perekonomian Kota Singkawang. Namun di sisi lain, perkembangan tersebut menyaratkan amoi sebagai tumbalnya. Banyak di antara amoi yang diperdagangkan mengalami penipuan, pemaksaan untuk menjadi pelacur, bahkan penyiksaan fisik dari para calo dan laki-laki Taiwan/Hongkong yang mengawininya.

Yogyakarta: Kerjasama Ford Foundation dengan
Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas
Gadjah Mada, 2004.
ISBN 979-8368-95-9

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=38

Buletin Permasis Edisi Ke-8

December 22nd, 2007 by singkawang
Dear all,
 
Saat ini Buletin Permasis edisi ke-8 (November-Desember 2007) telah terbit. Buletin ini
merupakan edisi khusus dimana isinya merangkum semua kegiatan yang
diselenggarakan Permasis selama tahun 2007. Buletin ini terbit dengan total 210
halaman.
 
Buletin Permasis ini bisa Anda dapatkan di
distrubutor yang tersebar di berbagai kota (termasuk luar negeri). Daftar
distributor selengkapnya bisa Anda lihat di link berikut:
 
Selain itu, Buletin Permasis ini juga dapat Anda
dapatkan dalam bentuk PDF (E-buletin). Silahkan download E-buletin ini di
website Permasis. Untuk edisi khusus ini,
E-Buletin Permasis tampil dalam full color untuk semua halaman.
 
 
Berikut Daftar Isi Buletin Permasis Edisi
Ke-8

Bp08_1

KATA
SAMBUTAN

Kata Sambutan Ketua Dewan Pengurus
Kata Sambutan Dewan
Penasehat Panitia
Kata Sambutan Ketua Panitia
Dari
Redaksi

FOTO PENDIRI & PENGURUS
Foto Pendiri
& Pengurus
Susunan Dewan Pengurus
Formulir Pendaftaran Anggota
PERMASIS

PENDIDIKAN
Beberapa Kata dari Wakil Ketua
Bidang Pendidikan
Juni: "Karena Permasis, Saya Bisa Melanjutkan Pendidikan
Saya"

OLAHRAGA
Kejuaraan Sepakbola Dragon Cup
2007

KEPEDULIAN SOSIAL
Mereka Butuh Diperhatikan,
Bukan Dikucilkan
Dr. Budi Enoch: "Trendnya Terus Naik"
Sejak 2001
Terdeteksi 359 Kasus HIV/AIDS di Singkawang
Jeritan Hati Seorang Pengidap
AIDS

SERBA-SERBI
Reinier Mika Kumala Raih Rekor
MURI

OPINI
Warga Singkawang Menyambut Pesta Demokrasi
Pilkada 2007

FORUM PEMBACA
Jalan-jalan ke Dubai,
Yunani dan Italia

KONSULTASI HUKUM
Tentang Pengalihan
Hak Atas Merek

LAIN-LAIN
Daftar Sumbangan 17 Agustus
2007
Iklan

CUPLIKAN AKTIVITAS TAHUN 2006-2007
Foto
Cuplikan Aktivitas PERMASIS
Berita Cuplikan Aktivitas
PERMASIS

PROFILE
DR. Paul Sunaryo Sumitro
Dr.
Barlianto Lian Kim Lun
Po Soen Kok

Foto cover oleh: Bobby Bong
dan Andreas Loka
Lokasi: Sejangkung,
Singkawang

 
 

Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya
Puri
Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta Utara
Telp. (021)
66602768 Fax. (021) 66695862
Email:
info@permasis.org

 


Upload Video Hakka Malaysia

October 28th, 2007 by singkawang

Buat yang senang dengan lagu Hakka, di website United Singkawang telah di-upload empat buah lagu Hakka Malaysia. Lagu Hakka Malaysia ini dialeknya hampir sama dengan dialek Hakka Singkawang.

Silahkan download lagu Hakka tersebut di :
http://www.singkawang.us

E-Buletin Permasis

October 17th, 2007 by singkawang

Dear all,

Mulai saat ini buletin Permasis selain bisa didapatkan dalam
bentuk buku,
juga tersedia dalam bentuk E-Buletin (Electronic Buletin).
Untuk
mendapatkan E-Buletin Permasis silahkan download di website Permasis
yaitu
www.permasis.org

Good
Luck

Salam,
PERMASIS
Perhimpunan Masyarakat Singkawang dan
Sekitarnya
Puri Delta Mas Blok D 1-3
Jl Bandengan Selatan Jakarta
Utara
Telp. (021) 66602768 Fax. (021) 66695862
Website: http://www.permasis.org
Email: info@permasis.org

Uluran Tangan Anda Sekali Saja, Seumur Hidup bagi Melvina

October 16th, 2007 by singkawang
http://www.permasis.org/modules.php?name=News&file=article&sid=26
 
Uluran Tangan Anda Sekali
Saja, Seumur Hidup bagi Melvina
Permasis Bekerjasama
dengan Yayasan Bumi Katulistiwa Membuka ”Dompet Melvina”
 
Liu Su Jun alias Melvina (20), tamatan SMU
ini ingin menimba lebih banyak ilmu. Usahanya tidak sia-sia. Ia berhasil menjadi
seorang mahasiswi. Namun, saat sedang merajut impian indah bagi hidupnya, sama
sekali ia tidak menyangka pusaran petaka luar biasa sedang menggerogoti dirinya
yang relatif masih sangat muda itu. Sungguh cobaan yang pasti tidak diinginkan
siapapun juga. Dia yang ceria dan kreatif ini, seakan tersungkur dalam sebuah
labirin jurang yang dalam. Sementara, orang tua dan sanak keluarga tidak berdaya
menghadapinya.
 
Cerita berawal pada malam Natal tahun
lalu. Gadis manis yang panggilan akrabnya Vina ini merasa tidak enak badan. Ia
tersengal-sengal susah bernapas. Keluarga segera membawanya ke dokter. Tapi,
karena saat itu bertepatan dengan hari libur, maka banyak dokter tidak buka
praktek. Yang ada hanyalah dokter umum yang piket saat itu. Karena itu, dokter
tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa Vina harus menunggu sampai malam
lusa.
 
Dari hasil pemerikasaan dokter spesialis,
Vina didiagnosa mengidap penyakit aplasia, gangguan fungsi ginjal. Cara
sementara untuk mengurangi penderitaannya, ia perlu melakukan dialysis
(pencucian darah), 2 kali seminggu. Tanpa itu, ia tidak dapat menikmati
kehidupan seperti biasa.
 
Sungguh malang nasib Vina. Kondisi ekonomi
keluarga yang terpuruk gara-gara menanggung biaya pengobatan yang relatif mahal,
menyebabkan mahasiswi semester I ini terpaksa berhenti kuliah. Ia harus rela
meninggalkan bangku kuliah yang didamba-dambakan sejak lama. Namun, bukan Vina
namanya kalau menyerah begitu saja. Semangatnya tidak patah hanya lantaran
ketidakdayaan sementara. Ia tetap bertekad, begitu kesehatannya pulih, akan
melanjutkan kuliah di fakultas komunikasi. Ia ingin menjadi sumber daya manusia
berguna dan bisa berkiprah dalam memberikan konstribusi kepada negara dan
bangsa.
 
Kini, kondisi ekonomi orang tua Melvina
yang berasal dari daerah Singbebas, semakin memprihatinkan. Keluarga dengan 5
anggota ini terpaksa menempati rumah kontrakan. Usaha ayahnya pun mengalami
kebangkrutan. Nafkah keluarga hanya mengandalkan hasil usaha sang mama, menjahit
yang hasilnya pasti tidak seberapa.
 
Biaya untuk pengobatan Melvina setiap
bulan mencapai total angka enam juta lebih (Rp6.360.000, terdiri dari biaya
dialysis 8 x  Rp 510.000 = Rp 4.080.000; biaya ampul mutlak 8 x Rp 210.000
= Rp 1.680.000, dan beli obat Rp 600.000). Jumlah sebesar itu tentu menjadi
beban berat bagi keluarga kurang mampu seperti orang tua Vina.
 
Guna meringankan beban keluarga, Jumat
(14/9/2007) jam 5 sore, pengurus PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan
Sekitarnya) mengelar rapat kilat. Saat itu hadir Melvina bersama sang ayah yang
ditemani seorang sahabat budiman. Dalam rapat itu semua sepakat untuk memberikan
bantuan. Rapat menginginkan Melvina segera melakukan operasi pencangkokan
ginjal. Dengan suara bulat PERMASIS memutuskan membuka dompet bantuan
kemanusiaan dengan nama "DOMPET MELVINA".
 
Pengurus menghimbau masyarakat umum dan
masyarakat asal Singbebas khususnya dapat rawe-rawe lantas, malang-malang putung
mengumpulkan dana sumbangan. Kita berharap semua sudi kiranya memberikan atensi
bagi kepentingan sesama. Dengan rasa solidaritas yang tinggi, kita berharap
sesegera mungkin sudah terkumpul dana untuk melakukan operasi pengcangkokkan
ginjal Melivina.
 
Setelah kesehatannya pulih, kita berharap
ia bisa segera kembali merebut kesempatan emas melanjutkan pendidikannya. Kita
doakan ia dapat meraih cita-citanya. Buat Melvina, melangkahlah dengan
semangat.
 
Bantuan dana Anda silakan transfer ke
rekening PERMASIS, BCA KCP Mangga Besar I, No. 1603-119-669. Jangan lupa
cantumkan keterangan: DOMPET MELVINA. Semua dana yang masuk dan nama
penyumbangnya akan kami muat dalam Buletin Dwiwulan PERMASIS mulai edisi ini.
Semoga uluran tangan Anda yang hanya sekali saja, memberikan kesehatan seumur
hidup bagi Melvina
.

Reuni Akbar SMU Negeri 1 Singkawang

August 12th, 2007 by singkawang

Sekolah SMAN1 Singkawang sebagai Almamater tempat menimba ilmu
pengetahuan, memiliki makna histories dalam memberikan warna bagi
kehidupan setiap siswanya. Tiada masa yang indah dan kenangan tak
terlupakan selain masa masa di SMA.

Anda, Saudara/i, teman,
rekan, hopeng, sahabat, kakak, adik, selaku alumnus SMAN1 Singkawang
tentunya bangga dan sayang terhadap Almamater kita yang sudah berumur
50 tahun.

Bagi Anda yg merantau, sudah lama tak bersua, jarang
ataupun tidak pernah bertemu muka dengan kawan-kawan sesama alumnus
SMA, tentu banyak pertanyaan-pertanyaan dan butuh banyak jawaban. Apa?
Siapa? Bagaimana? Kapan? dan sebagainya.

Untuk itu, datang dan
ajaklah teman-teman alumnus kita semua, ramai-ramai menghadiri acara
TEMU KANGEN ALUMNUS SMAN1 SINGKAWANG di Jakarta pada:

Hari/tanggal: Sabtu, 25 Agustus 2007
Waktu : 17.00 s/d selesai
Tempat : Gedung Happy Building
Jl. G.M.Situt
Singkawang

Jangan sampai ketinggalan !!!

Mohon sebarkan ke teman-teman alumnus SMAN 1 lainnya.

Salam Kompak Alumnus SMAN 1 Singkawang.

Festival Lampion & Cap Go Meh 2007

March 20th, 2007 by singkawang

Nikmati foto-foto perayaan Festival Lampion dan Cap Go Meh Singkawang di website United Singkawang (www.singkawang.us)

Festival Lampion & Cap Go Meh 2007

March 20th, 2007 by singkawang

Nikmati foto-foto perayaan Festival Lampion dan Cap Go Meh di website United Singkawang (www.singkawang.us)

Video Perayaan Cap Go Meh di Singkawang

March 6th, 2007 by singkawang
Dear all,
Telah di-upload video tentang perayaan Cap Go Meh di Singkawang. Video ini ditayangkan di stasiun SCTV tanggal 6 Maret kemarin dan bisa di-download di link berikut:
http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads
Good Luck
United Singkawang
http://www.singkawang.us
——————————-
Atraksi Kesaktian Warga Dayak-Tiongkok
Masyarakat Dayak keturunan Tionghoa di Singkawang, Kalimantan Barat, memiliki cara unik saat merayakan Cap Go Meh atau perayaan pascaImlek. Sambil berkeliling kota, para dukun yang disebut laoya atau tatung ini memamerkan ilmu kekebalan tubuh. Meski tubuh mereka ditusuk berbagai benda tajam, seperti kawat, pecahan kaca hingga batangan besi, namun tidak mengeluarkan darah.

Upacara yang digelar belum lama ini, dimulai dari altar klenteng. Para dukun memberikan persembahan kepada Dewa To Pe Kong. Setelah minta diberkahi keselamatan, mereka kemudian memanggil roh. Hanya dalam hitungan menit, tubuh para tatung ini dirasuki roh dan mereka pun menjadi kebal luar biasa.

Ketika itulah, para tatung diarak keliling kota. Diiringi genderang, peserta pawai mengenakan kostum gemerlap pakaian kebesaran suku Dayak dan negeri Tiongkok di masa silam. Para  tatung terus mempertunjukkan kekebalan mereka. Benda tajam ditusukkan menembus pipi dan leher. Pecahan kaca pun diinjak-injak dengan kaki telanjang.

Atraksi ini adalah kebiasaan setiap tahun pada perayaan Cap Go Meh mengikuti tradisi Tionghoa yang berbaur dengan budaya Dayak. Pembauran ini hanya ada di Singkawang. Karena itu Kota Singkawang dijuluki kota seribu kelenteng di Kalbar.