Semarak Imlek di Kota Seribu Kelenteng

Dear all,

Telah di-upload video suasana perayaan Imlek di Singkawang yang ditayangkan di SCTV pada tanggal 25 Februari kemarin di website United Singkawang.

Silahkan download video tersebut di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=10

Thanks

——————–

Semarak Imlek di Kota Seribu Kelenteng

Kalau berbicara mengenai Tahun Baru Cina atau Imlek di Tanah Air, rasanya kurang lengkap jika tidak membahas suasana di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bagaimana tidak. Banyak warga etnis Tionghoa yang merantau sengaja pulang ke kota ini saat Imlek. Kota ini memang mayoritas dihuni penduduk Tionghoa.

Semarak pun terlihat pula pada perayaan beberapa waktu lalu. Menjelang perayaan, Bandar Udara Supadio, Pontianak, pasti lebih ramai dari biasanya. Wajah-wajah oriental memenuhi hampir semua bagian bandara. Mereka datang dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Kebanyakan tiba berombongan, tua dan muda datang bersama. Tangan menjinjing berbagai barang, termasuk oleh-oleh. Kerinduan bertemu kerabat dan saudara membuat sekitar tiga jam perjalanan melalui darat ke Singkawang menjadi tidak ada artinya. Apalagi sudah terbayang keramaian Imlek di kampung halaman.

Kegembiraan semakin terasa ketika tiba di kampung halaman. Mereka dapat kembali beribadah di kelenteng-kelenteng tua yang ada di kota ini. Kelenteng memang sangat mudah ditemukan di kota ini, makanya kota ini mendapat julukan Kota Seribu Kelenteng.

Suasana khas Cina terasa di berbagai bangunan, lengkap dengan ornamen-ornamen. Apalagi saat menjelang perayaan Tahun Baru Cina ini, kota ini terus mempercantik diri. Kendati demikian, tidak semua warga keturunan di Singkawang dapat merayakan hari raya dengan penuh kemewahan. Perayaan sederhana justru dilakukan masyarakat yang kebanyakan hidupnya pas-pasan. Namun itu tidak berarti mengurangi kemeriahan perayaan.

Jauh hari sebelumnya persiapan sudah dilakukan warga. Rumah-rumah dibersihkan dan dihias. Meja saji untuk sembahyang dipersiapkan. Makanan pun mulai dimasak. Bahkan angpau juga sudah siap dibagikan.

Satu hari menjelang Imlek menjadi saat seluruh keluarga berkumpul di meja makan. Makan besar dengan segala lauk pauk khas Tionghoa yang hanya dilakukan sekali dalam setahun. Jangan kaget jika pada malam menjelang Imlek Anda berkali-kali mendengar letupan petasan.

Petasan memang menjadi salah satu tradisi perayaan ini dan nantinya Cap Go Meh. Di tempat lain petasan boleh saja dilarang, tapi di Singkawang penjual petasan ada di berbagai sudut, berdampingan dengan penjual asesoris Imlek lain.

Begitu malam Imlek tiba, Tahun Baru 2558 pun disambut dengan suka cita. Lampion menerangi dan menghias kota. Lilin-lilin dan dupa memenuhi kelenteng. Menjelang tengah malah, kemeriahan berpindah ke kelenteng. Dengan hio di tangan, warga kota menyembah dewa-dewa yang menguasai alam semesta. Leluhur juga tidak lupa dipuja.

Kemeriahan tidak berhenti saat itu. Perayaan masih berlanjut esok harinya. Pembagian angpau menjadi saat yang ditunggu, terutama oleh anak-anak. Angpau tidak hanya dibagikan kepada saudara dan kerabat, tapi juga tetangga sekitar.

Semarak berlanjut, liong atau naga mendapat giliran menghibur warga. Imlek di Singkawang memang tidak mudah dilupakan. Utamanya bagi warga setempat, bahkan yang sudah merantau ke berbagai daerah.(MAK/Amin Al Kadri)

Versi: Ukuran file: 2.48 MB
Dimasukkan: 26-Feb-2007 Download: 37

Leave a Reply