Singkawang, Kota Amoy yang Miskin

March 3rd, 2007 by singkawang

Dear all,

Telah di-upload lagi satu video tentang Kota Singkawang. Video ini juga ditayangkan oleh SCTV tanggal 25 Februari 2007 kemarin. Jadi bagi yang tidak sempat menontonnya bisa mencoba men-download video ini.

Video ini bisa di-download di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=10

Thanks

United Singkawang

http://www.singkawang.us

——————————-

Singkawang, Kota Amoy yang Miskin

Tidak semua warga etnis Tionghoa di Tanah Air hidup dalam gelimang kemewahan. Di Singkawang, Kalimantan Barat, banyak pula warga keturunan yang hidup pas-pasan. Reporter SCTV Amien Al Kadrie sempat mengamati dari dekat kehidupan warga Kali Asin, kampung miskin yang didiami warga keturunan setempat.

Di kampung ini mencangkul atau bertanam menjadi kegiatan rutin sebagian masyarakat yang menjadi petani. Pekerjaan sebagai petani merupakan warisan leluhur mereka yang menurut data sejarah datang dari Tiongkok pada 1720. Leluhur yang kemudian beranak-pinak dengan warga Dayak setempat dan membentuk Kota Singkawang.

Namun bertani atau berdagang dan menjadi buruh kasar tidak membawa kemakmuran bagi sebagian besar warganya. Hal ini terbukti dengan rumah-rumah yang rata-rata masih terbuat dari kayu. Bukan pula bangunan baru karena sebagian besar sudah berusia puluhan tahun. Masih banyak pula rumah yang hanya beratap dan berdinding daun nipah. Lantainya cukup tanah.

Rumah-rumah berdinding daun nipah dan berlantai tanah ini ternyata bisa bertahan cukup lama. Rumah Jong Siat Hiong, salah seorang warga keturunan setempat bahkan sudah ditempati selama 30 tahun tanpa pernah direnovasi. Walaupun setiap hujan ia harus bersiap-siap karena air akan masuk dari celah-celah dinding.

Kemiskinan lalu membuat sebagian masyarakat memilih cara lain untuk bertahan hidup. Merantau menjadi pilihan. Ada juga yang memilih mendapat kehidupan yang lebih baik dengan menikahi warga negara asing, utamanya dari Taiwan.

Namun kemiskinan tidak melunturkan semangat beragama mereka. Hal itu terlihat pula dari bangunan kelenteng di setiap sudut kota yang merupakan tempat mereka bersembahyang. Itulah mengapa Singkawang dijuluki Kota Seribu Kelenteng karena begitu banyaknya kelenteng yang tegak bermunculan.

Tidak hanya di Singkawang, di Kampung Baru, Tajur Halang, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, juga terdapat warga etnis Tionghoa yang hidup kekurangan. Di lokasi yang terletak hanya beberapa puluh kilometer dari Jakarta itu, warga keturunan menyambung hidup sebagai petani dan peternak babi sejak beberapa generasi.

Di kampung yang masih banyak diselingi tanah kebun dan belukar ini, sekelompok masyarakat keturunan telah turun temurun menetap di sini. Mereka mengaku sudah tidak ingat lagi sejak kapan dan bagaimana leluhur mereka sampai tinggal di kampung ini. Hal ini diakui pula oleh Kiwik, satu dari dua orang paling tua di kampung ini.

Namun berdasarkan jejak sejarah, keberadaan masyarakat keturunan di Bojonggede bermula dari masa kejayaan tuan-tuan tanah etnis Cina di masa kolonial Belanda. Saat itu tanah di kawasan ini merupakan milik tuan tanah etnis Tionghoa yang tinggal di Tangerang, Banten.

Untuk mengelola tanah, para tuan tanah itu lalu mendatangkan buruh-buruh tani dari Cina daratan. Buruh-buruh itulah yang kemudian menjadi nenek buyut masyarakat Tionghoa di Kampung Baru. Dan sama seperti kakek buyut mereka, mata pencaharian utama masyarakat ini pun tetap sebagai petani dan peternak babi.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

Versi: Ukuran file: 2.28 MB
Dimasukkan: 26-Feb-2007 Download: 31

Semarak Imlek di Kota Seribu Kelenteng

March 3rd, 2007 by singkawang

Dear all,

Telah di-upload video suasana perayaan Imlek di Singkawang yang ditayangkan di SCTV pada tanggal 25 Februari kemarin di website United Singkawang.

Silahkan download video tersebut di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=10

Thanks

——————–

Semarak Imlek di Kota Seribu Kelenteng

Kalau berbicara mengenai Tahun Baru Cina atau Imlek di Tanah Air, rasanya kurang lengkap jika tidak membahas suasana di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bagaimana tidak. Banyak warga etnis Tionghoa yang merantau sengaja pulang ke kota ini saat Imlek. Kota ini memang mayoritas dihuni penduduk Tionghoa.

Semarak pun terlihat pula pada perayaan beberapa waktu lalu. Menjelang perayaan, Bandar Udara Supadio, Pontianak, pasti lebih ramai dari biasanya. Wajah-wajah oriental memenuhi hampir semua bagian bandara. Mereka datang dari luar daerah, bahkan luar negeri.

Kebanyakan tiba berombongan, tua dan muda datang bersama. Tangan menjinjing berbagai barang, termasuk oleh-oleh. Kerinduan bertemu kerabat dan saudara membuat sekitar tiga jam perjalanan melalui darat ke Singkawang menjadi tidak ada artinya. Apalagi sudah terbayang keramaian Imlek di kampung halaman.

Kegembiraan semakin terasa ketika tiba di kampung halaman. Mereka dapat kembali beribadah di kelenteng-kelenteng tua yang ada di kota ini. Kelenteng memang sangat mudah ditemukan di kota ini, makanya kota ini mendapat julukan Kota Seribu Kelenteng.

Suasana khas Cina terasa di berbagai bangunan, lengkap dengan ornamen-ornamen. Apalagi saat menjelang perayaan Tahun Baru Cina ini, kota ini terus mempercantik diri. Kendati demikian, tidak semua warga keturunan di Singkawang dapat merayakan hari raya dengan penuh kemewahan. Perayaan sederhana justru dilakukan masyarakat yang kebanyakan hidupnya pas-pasan. Namun itu tidak berarti mengurangi kemeriahan perayaan.

Jauh hari sebelumnya persiapan sudah dilakukan warga. Rumah-rumah dibersihkan dan dihias. Meja saji untuk sembahyang dipersiapkan. Makanan pun mulai dimasak. Bahkan angpau juga sudah siap dibagikan.

Satu hari menjelang Imlek menjadi saat seluruh keluarga berkumpul di meja makan. Makan besar dengan segala lauk pauk khas Tionghoa yang hanya dilakukan sekali dalam setahun. Jangan kaget jika pada malam menjelang Imlek Anda berkali-kali mendengar letupan petasan.

Petasan memang menjadi salah satu tradisi perayaan ini dan nantinya Cap Go Meh. Di tempat lain petasan boleh saja dilarang, tapi di Singkawang penjual petasan ada di berbagai sudut, berdampingan dengan penjual asesoris Imlek lain.

Begitu malam Imlek tiba, Tahun Baru 2558 pun disambut dengan suka cita. Lampion menerangi dan menghias kota. Lilin-lilin dan dupa memenuhi kelenteng. Menjelang tengah malah, kemeriahan berpindah ke kelenteng. Dengan hio di tangan, warga kota menyembah dewa-dewa yang menguasai alam semesta. Leluhur juga tidak lupa dipuja.

Kemeriahan tidak berhenti saat itu. Perayaan masih berlanjut esok harinya. Pembagian angpau menjadi saat yang ditunggu, terutama oleh anak-anak. Angpau tidak hanya dibagikan kepada saudara dan kerabat, tapi juga tetangga sekitar.

Semarak berlanjut, liong atau naga mendapat giliran menghibur warga. Imlek di Singkawang memang tidak mudah dilupakan. Utamanya bagi warga setempat, bahkan yang sudah merantau ke berbagai daerah.(MAK/Amin Al Kadri)

Versi: Ukuran file: 2.48 MB
Dimasukkan: 26-Feb-2007 Download: 37

[Metro TV] Imlek di Singkawang

February 20th, 2007 by singkawang

Tonton acara Archipelago di Metro TV tentang Imlek di Singkawang. Acara ini akan diputar di Metro TV pada:

Minggu, 18 Februari 2007 pukul 12.30

Rabu, 21 Februari 2007 pukul 16.05

Buat yang tidak sempat menyaksikan acara ini bisa mencoba men-download videonya di website United Singkawang (www.singkawang.us)

http://www.metrotvnews.com/beritanewsmag.asp?idpr=160
ARCHIPELAGO: Imlek di Singkawang

Singkawang terletak di Kalimantan Barat. Kehidupan di Singkawang menarik dan berbeda dari daerah lainnya di Indonesia, karena mayoritas penduduknya adalah etnis Tionghoa yang masih sangat menjaga nilai nilai tradisional Tionghoa. Singkawang adalah pilihan tempat yang tepat untuk merayakan Imlek.

Singkawang dikenal dengan sebutan kota seribu kuil. Karena memang begitu banyak kuil di Singkawang yang memamerkan keindahan ornament oriental. Kuil-kuil di Singkawang juga memiliki kekhasan yang berbeda satu dengan yang lain Kuil Dewi Kwan Im misalnya, kekhasannya memiliki 3 altar, di tingkatan yang berbeda. Tingkatan pertama, altar neraka. Di sini terpampang gambaran kehidupan neraka yang akan menanti orang-orang berdosa. Di tingkat kedua, altar dunia, yang menggambarkan kehidupan manusia sehari hari. Tingkat terakhir altar surga, altar ini begitu indah dan menggambarkan pesona yang menanti manusia di Surga.

Jika Anda percaya ilmu meramal Tionghoa yang sudah berusia ratusan tahun, ada juga kuil yang khusus menyediakan jasa ramalan. Kegiatan yang menarik di vihara juga tim archipelago temukan di Vihara Chi Kung. Di tempat ini dapat disaksikan para atlet berlatih wushu dengan gerakan seni beladiri dari shaolin Tionghoa yang sangat mengasyikkan.

Singkawang begitu meriah menyambut hari hari besar Tionghoa, seperti imlek dan cap go meh. Archipelago bergabung bersma sebuah keluarga Tionghoa untuk mengenal lebih jauh kebiasaan kebiasaan masyarakat Tionghoa yang masih menjaga nilai-nilai tradisional saat imlek.

Di sebuah rumah khas Tionghoa yang sudah berusia ratusan tahun, kita bisa melihat ritual upacara sembahyang bersama, pembuatan kue keranjang dengan cara tradisional, atraksi barongsai dan permainan permainan khas imlek. Tidak ketinggalan belajar bahasa khek yaitu bahasa sehari-hari masyarakat Singkawang.

Rasakan meriahnya Imlek di Singkawang dalam tayangan Archipelago.

Open House Permasis

February 20th, 2007 by singkawang

Dear Saudara setanah kelahiran Singbebas,

Ringankanlah kaki untuk menghadiri acara Open House yang akan diselenggarakan oleh PERMASIS (Perkumpulan Masyarakat Singkawang dan Sekitarnya) dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek pada:
Hari/Tanggal : Minggu, 25 Februari 2007
Waktu: 10.00 - 14.00
Tempat: Restoran Raja Kuring, Jalan Kakap No.5 (Jakarta)
Mohon sekiranya berkenan untuk menyebarkan email ini kepada keluarga, sahabat dan handai taulan kita yang lain dan ajaklah mereka untuk berbaur bersama dalam nuansa Imlek yang penuh ceria dan kekeluargaan.
PERMASIS
http://www.permasis.org

MP3 Imlek Berbahasa Hakka

February 9th, 2007 by singkawang

Dear all,

Telah di-upload lagu Imlek yang dinyanyikan dalam bahasa Hakka di website United Singkawang. Berikut daftar lagu Imlek tersebut:

  1. Apho Kai Fung Pau Pun Ngai Phien To
  2. Choi Sin Teu Nga Buk Mo Loi Sui
  3. Chun Thien
  4. Dapat Ang Pau Siau Ha Ha
  5. Gong Xi Fa Chai Happy New Year
  6. Happy Day Enjoy Aja
  7. Jit Thiau Liung
  8. Khi Mio Cai Oi Chin Hi Pai Nyian
  9. Ko Het Nyian Co Theu Kai
  10. Ko Nyian Liung Fu Thai Jung Chu
  11. Ko Nyian Lompet Khung Khung
  12. Selamat Ko Nyian Sama Sama
  13. Singkawang Happy New Year 2007

Lagu-lagu ini dapat di-download di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=3

Selamat menikmati :)

United Singkawang

MP3 Imlek

February 4th, 2007 by singkawang

Telah di-upload 17 MP3 Imlek yang dinyanyikan oleh Andy Lau dkk di website United Singkawang. MP3 tersebut dapat Anda download di link berikut:

http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=3

Edit  Ce Ce Pao 668 Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ce Ce Pao 668
(Anak-anak 668)

Versi: Ukuran file: 6.57 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 31

Edit  Chai Sen Tau Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Chai Sen Tau
(Dewa Kekayaan tiba)
Versi: Ukuran file: 3.20 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 12

Edit  Cu Fu Ni Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Cu Fu Ni
(Mendoakan kamu)
Versi: Ukuran file: 2.99 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 6

Edit  Cu Ni Xin Nien Hao Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Cu Ni Xin Nien Hao
(Mendoakan kamu tahun baru yang baik)

Versi: Ukuran file: 3.45 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 6

Edit  Cu Xin Sui Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Cu Xin Sui
(Mendoakan umur baru)

Versi: Ukuran file: 1.75 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Fa Chai Fa Fu Cung Kuo Nien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Fa Chai Fa Fu Cung Kuo Nien
(Tahun Cina kaya, panjang umur)

Versi: Ukuran file: 4.42 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Gong Xi Fa Chai Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Gong Xi Fa Chai
(Selamat menjadi makmur)

Versi: Ukuran file: 3.01 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Gong Xi Gong Xi Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Gong Xi Gong Xi
(Selamat Selamat)

Versi: Ukuran file: 1.78 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 8

Edit  Gong Xi Ni Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Gong Xi Ni
(Selamat untuk Anda)

Versi: Ukuran file: 1.69 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Huan Le Nien Nien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Huan Le Nien Nien
(Tahun tahun gembira)

Versi: Ukuran file: 2.38 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 7

Edit  Ni Cui Hung Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ni Cui Hung
(Kamu paling merah "hoki")

Versi: Ukuran file: 3.38 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Thien Shang Ren Cien Kung Kuan Ying Thai Phing Nien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Thien Shang Ren Cien Kung Kuan Ying Thai Phing Nien
(Kehidupan atas langit dan kehidupan manusia bersama-sama merayakan tahun baru yang damai)

Versi: Ukuran file: 2.90 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Wan She Ru Yi Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Wan She Ru Yi
(Segala hal sesuai dengan keinginan)

Versi: Ukuran file: 2.23 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Xin Chun Ling Xien Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Xin Chun Ling Xien
(Pertunjukan tahun baru)

Versi: Ukuran file: 1.78 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 3

Edit  Xin Chun Pao Xi Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Xin Chun Pao Xi
(Tahun baru membawakan berita baik)

Versi: Ukuran file: 1.94 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 2

Edit  Ying Chun Hua Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ying Chun Hua
(Menyambut bunga "Chun")

Versi: Ukuran file: 2.51 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 2

Edit  Ying Chun Hua 2 Terbaru dalam 3 hari terakhir
Deskripsi:
Ying Chun Hua 2
(Menyambut bunga "Chun")

Versi: Ukuran file: 2.71 MB
Dimasukkan: 02-Feb-2007 Download: 2

Masyarakat Singkawang Antusias Sambut Tahun Baru

January 3rd, 2007 by singkawang

http://www.kompas.co.id/ver1/Nusantara/0612/31/201656.htm

Masyarakat Singkawang Antusias Sambut Tahun Baru

Laporan Wartawan Kompas Christoporus Wahyu Haryo P


SINGKAWANG, KOMPAS - Hujan lebat yang turun sejak Minggu siang (31/12), tidak menghalangi belasan ribu orang untuk merayakan pergantian tahun baru di Pantai Pasir Panjang, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tanpa menghiraukan gelombang air laut yang tingginya berkisar 0,5-1 meter, sebagian pengunjung mendirikan ratusan tenda di tepian pantai.

Rombongan orang yang hendak menghabiskan malam tahun baru, sudah tampak di sepanjang jalan menuju Pantai Pasir Panjang, sejak siang hari. Mereka tetap berangkat ke Pantai Pasir Panjang, meski hujan lebat terus mengguyur selama di perjalanan. Padahal di antara mereka, ada yang pergi mengendarai sepeda motor, truk, dan mobil pikap.

Selain dari sekitar Kota Singkawang, mereka juga datang dari Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Pontianak, serta Kota Pontianak. Jarak Kota Pontianak ke Pantai Pasir Panjang sendiri lebih dari 200 km.

Dari pantauan Kompas, ratusan tenda yang akan digunakan untuk bermalam, sudah didirikan memadati pantai sejak siang hari. Di sekitar tenda itu, pengunjung yang sebagian besar muda-mudi ini tampak berjoget dengan iringan musik dari tape yang mereka bawa.

Mereka tidak menghiraukan kemungkinan terjadinya banjir dan angin puting beliung di sepanjang pesisir pantai Kalbar, seperti yang dilansir Badan Meteorologi dan Geofisika Kalbar di media massa. Bahkan sebagian pengunjung tampak berenang di pantai hingga sore hari.

Saat ditanya, beberapa di antara mereka memang tidak mengetahui adanya kemungkingan bahaya gelombang air laut yang tinggi dan angin puting beliung tersebut.

Saat hari mulai malam suasana Pantai Pasir Panjang semakin hingar-bingar dengan hadirnya hiburan live musik reggae dan dangdut yang disediakan pengelola. Saat hujan mereda beberapa pengunjung mulai menyalakan kembang api dan petasan, serta meniup terompet.

Warung makan di tepian pantai tampak ramai diserbu pengunjung. Bahkan kamar hotel di sekitar Pantai Pasir Panjang sudah penuh dan dipesan sejak beberapa hari sebelumnya.

Sejumlah pedagang makanan kecil, buah-buahan, dan pernak-pernik cinderamata, turut mewarnai malam di penghujung tahun 2006 itu. Sayangnya, pada saat bersamaan, copet banyak berkeliaran di keramaian malam itu sehingga tidak sedikit pengunjung yang kehilangan dompet.

Video Kehidupan Malam Kota Singkawang

November 24th, 2006 by singkawang

Saya telah meng-upload video yang menceritakan kehidupan malam di Kota Singkawang. Video ini diambil dari acara Fenomena yang pernah ditayangkan oleh stasiun Trans TV beberapa waktu lalu.

Di video ini menceritakan tentang:
- profile kota Singkawang
- wawancara dengan walikota Awang Ishak
- wawancara dengan Bong Cin Nen (anggota DPRD)
- wawancara dengan "pelaku" kopi pangku
- adegan kopi pangku :)

Kalo mau tau lebih lanjut bisa download video-nya di:
http://www.singkawang.us/modules.php?name=Downloads&d_op=viewdownload&cid=7

Thanks

[United Singkawang - http://www.singkawang.us]
[YahooGroups - http://groups.yahoo.com/group/singkawang/messages]
[Friendster - http://www.friendster.com/singkawang]